Cahaya Matahari Dan Kanker Kulit

By | October 13, 2018
Share

Matahari memiliki fungsi sangat penting bagi kehidupan di Bumi. Tanpa Matahari, bisa dikatakan tidak akan ada kehidupan di Bumi, kecuali mungkin kehidupan makhluk – makhluk renik.

Cahaya matahari dibutuhkan bagi tumbuhan untuk melakukan proses fotosintesis, memproduksi makanan dan oksigen serta tumbuh berkembang – berdaun – berbuah -berbiji. Cahaya matahari juga dibutuhkan bagi hewan dan manusia, menghangatkan udara, membuat perubahan cuaca dan sebagainya.

Sungguh beruntung bahwa kita yang ada di Indonesia dikarenakan wilayah Indonesia berada di khatulistiwa mengakibatkan cahaya matahari hadir setiap hari sepanjang masa. Cuaca -pun teratur berganti, demikian halnya musim. Hidup menjadi teratur dan tentu saja nyaman.

Cahaya matahari akan merangsang kulit untuk memproduksi vitamin D, memperkuat tulang, meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan memperlancar sistem metabolisme tubuh.

Kekurangan paparan sinar matahari menimbulkan resiko pelunakan tulang, munculnya penyakit jantung, meningkatkan tekanan darah dan menurunkan kolesterol baik (HDL).

Hanya saja, cahaya matahari yang hadir setiap hari tidak selamanya ramah. Ada kondisi dimana cahaya matahari begitu panas dan kita mesti hati – hati. Cahaya matahari lewat jam 9 padi hingga jam 3 sore memiliki panas yang berbeda saat pagi hari atau menjelang petang. Cahaya matahari yang kelewat panas dan menerpa kulit badan kita akan merusak kulit, bahkan mengganggu mata.

Kulit yang terpapar cahaya matahari kelewat panas akan bereaksi dan bahkan merusaknya. Kulit yang rusak berpotensi menjadi penyakit, seperti penyakit kanker kulit.

Informasi mengenai cara alami penyembuhan penyakit kulit, silahkan baca : Cara alami penyembuhan penyakit kulit dengan nutrisi bioaktif

Penyakit kanker kulit dari berbagai data statistik menjadi penyakit yang banyak di derita. Selain faktor cahaya matahari, faktor polusi lingkungan seperti polusi udara, berkontribusi menimbulkan kanker kulit. Faktor lain adalah makanan yang tidak sehat.

Peningkatan jumlah penderita kanker kulit di negara berkembang seperti Indonesia mencapai 50 % – 70 % setiap tahun. Di tahun 2020 penderita kanker kulit mencapai 16 juta, meningkat dibandingkan tahun 2012 yang ‘hanya’ 11 juta.

Untuk mengurangi resiko terkena kanker kulit yang diakibatkan oleh cahaya matahari, beberapa hal yang perlu dilakukan adalah meningkatkan kesadaran atas bahaya dari cahaya matahari berlebih yang mengenai tubuh, mengenakan topi, memakai payung, mengenakan kaca mata hitam, mengoleskan tabir surya dan baju atau kaos lengan panjang, saat siang hari yang terik.

Leave a Reply