By | January 27, 2019
Share

Pada bayi dan anak – anak tidak menutup kemungkinan terserang penyakit yang berhubungan dengan otak, seperti tumor otak bahkan lebih berbahaya lagi yaitu kanker otak.

Tumor otak adalah sel – sel otak yang berkembang tidak normal. Tumor otak dapat terjadi pada sel otak, sel syaraf otak, kelenjar otak dan membran otak.

Tumor otak lebih sering dialami anak – anak dibandingkan orang dewasa. Pada anak – anak dengan usia di bawah 10 tahun, perkembangan sel – sel otaknya demikian cepat. Fase usia ini adalah fase emas bagi bayi dan anak – anak. Karenanya, kita harus memberikan perhatian lebih pada pertumbuhan dan kesehatannya.

Dari data statistik diketahui bahwa setiap tahun ada 2000 kasus baru anak – anak terserang tumor otak. Dari banyak jenis penyakit tumor otak pada anak-anak, medulloblastoma adalah jenis tumor otak yang paling banyak ditemukan.

Sebagian besar tumor otak yang menyerang anak – anak adalah jenis tumor yang menyerang bagian belakang otak. Bagian belakang otak ini berhubungan dengan sistem keseimbangan, koordinasi dan motorik tubuh.

Jika kita salah atau terlambat menangani tumor otak tersebut, sangat mungkin sel – sel tumor akan berkembang menjadi sel – sel kanker yang ganas. Efek yang terjadi adalah perkembangan intelektual, pertumbuhan fisik dan sistem gerak akan terganggu bahkan anak akan menjadi cacat.

Beberapa gejala tumor otak pada anak yang perlu kita ketahui adalah :

  • Anak akan mengalami sakit kepala dan pusing. Namun, tidak semua sakit kepala dan pusing menjadi tanda dari tumor otak.
  • Tumor otak memberikan dampak anak akan sering kejang. Namun, tidak selalu tumor otak disertai dengan gejala kejang. Jika anak kejang hebat, langkah yang sebaiknya ditempuh adalah melakukan pemeriksaan ke dokter syaraf.
  • Anak akan kehilangan keseimbangan badan
  • Andak akan merasakan perutnya mual, bahkan muntah
  • Mengalami kebingungan dan perubahan perilaku
  • Sering mengantuk dan tidur dengan waktu lebih lama dari kebanyakan
  • Pada kasus penderita tumor yang parah, anak akan sering koma atau tidak sadarkan diri.
  • Efek lanjut dari tumor otak di atas adalah anak akan kehilangan nafsu makan, asupan nutrisi berkurang dan pertumbuhan terlambat serta penurunan berat badan.
  • Perkembangan emosi tidak stabil, mudah marah, dan tantrum.
  • Perkembangan intelektual terlambat

Dengan kondisi seperti di atas, yaitu gejala dari tumor otak pada anak, lantas apa yang harus kita lakukan ? Berikut artikel mengenai cara alami pengobatan tumor otak, Cara pengobatan tumor otak dan kanker otak tanpa operasi.

Jika Anda menempuh pengobatan tumor dan kanker otak di rumah sakit maka tindakan yang akan diambil adalah dilakukan operasi pengangkatan tumor otak. Operasi ini adalah langkah awal untuk sebanyak mungkin menghilangkan sel – sel tumor otak.

Perlu dipahami bahwa jika sel – sel tumor atau sel – sel kanker sudah menyebar ke area lain, maka dilakukan tindakan lain untuk memberantas sel – sel tersebut. Cara yang ditempuh bisa dengan terapi radiasi dan kemoterapi. Semua jenis terapi di atas ada resikonya, kelebihan dan kekurangannya. Tenaga medis akan mempertimbangkan banyak aspek sebelum melakukan tindakan terapi yang tepat.

Tumor otak disebabkan oleh beberapa faktor seperti makanan dan minuman yang tidak sehat atau higienis, mengkonsumsi makanan dengan kandungan bahan pengawet, mengkonsumsi junkfood, pencemaran lingkungan, efek dari terapi yang menggunakan radiasi, dan perkembangan dari sel – sel tumor ataupun sel – sel kanker dari bagian lain tubuh, selain faktor genetik.

Untuk menjaga dan menghindari kanker otak, dan tumor otak, hal pertama yang dilakukan adalah pada usia balita, setelah kelahiran, berilah bayi Anda ASI eksklusif selama 2 tahun, jaga nutrisi anak dengan memberi asupan sayuran dan buah – buahan, jaga kondisi fisik untuk cukup gerak dan istirahat.

Leave a Reply