By | November 13, 2018
Share

Pada bulan November ini, hujan sudah turun di berbagai kota di Indonesia setelah kemarau yang cukup panjang. Bahkan di beberapa tempat, kita dengar dari berita, terkena banjir dengan korban yang tidak sedikit. Selain banjir, datangnya musim hujan ini selalu diikuti dengan naiknya jumlah orang yang sakit. Apa saja jenis penyakit yang perlu kita waspadai seiring masuknya musim hujan sekarang ini ?

Diare

Penderita penyakit diare akan mengeluarkan feses dalam rupa yang lebih cair dengan frekuensi lebih sering. Penyebab penyakit diare adalah bakteri cryptosporidium,  E. coli, rotavirus, shigella dan sebagainya.

Penyakit diare ini bertingkat dari yang ringan hingga membahayakan nyawa.

Baca juga : Cara alami pengobatan penyakit kanker otak dengan nutrisi bioaktif

Flu atau Influeansa

Penyakit flu ini paling sering dialami ketika musim penghujan tiba. Penyakit ini disebabkan oleh virus influenza baik tipe A, tipe B hingga tipe C. Penyakit flu ini akan sembuh dengan sendirinya seiring makin kuatnya daya tahan tubuh. Penyebaran flu melalui udara dari batuk dan bersin penderita flu dan juga melalui makanan atau minuman yang sudah terpapar virus.

Penderita penyakit flu dapat terkena komplikasi dengan jenis penyakit lain. Karenanya, kita harus hati – hati saat menderita penyakit ini.

Leptospirosis

Leptospirosis dikenal sebagai penyakit kencing tikus disebabkan oleh bakteri berbentuk spiral yaitu bakteri Leptospira interrogans. Ceritanya, akibat tikus yang kencing dan buang kotoran sembarangan, maka air, tanah, tanaman dan sayuran akan terkontaminasi. Bakteri yang berkembang di kotoran itulah yang mengakibatkan penyakit ketika masuk ke tubuh manusia.

Meskipun dinamakan penyakit kencing tikus, sumber dari bakteri Leptospira interrogans bukan hanya tikus saja. Jenis hewan lain yang menjadi sumber penyakit Leptospirosis adalah hewan pengerat selain tikus, reptil, sapi, anjing, babi dan hewan amphibi.

Gejala penyakit Leptospirosis yang mudah dikenali diantaranya : sakit perut, mual bahkan muntah, demam dan sakit kepala, menggigil, otot betis terasa sakit, dan mata merah.

Malaria

Penyakit malaria timbul akibat infeksi parasit plasmodium yang ditularkan melalu gigitan nyamuk anopheles. Penderita malaria akan mengalami demam yang tinggi. Penyakit malaria menimbulkan resiko kematian jika tidak ditangani secara tepat.

Data dari WHO menyebutkan setiap tahun kematian akibat malaria mencapai 665 ribu jiwa. Sebagian besar korban malaria adalah balita.

Dengan datangnya musim hujan, penyakit malaria ini harus kita waspadai.

Baca juga : Cara alami penyembuhan penyakit kanker tiroid

Demam Berdarah

Tidak bisa disangkal bahwa penyakit demam berdarah adalah penyakit yang paling populer ketika musim hujan tiba. Tidak aneh, seiring datangnya musim hujan, beberapa tempat di Indonesia akan memberitakan diri terkena wabah demam berdarah.

Faktor terbesar penyebab demam berdarah adalah kondisi sanitasi yang buruk dimana banyak genangan air yang menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk Aedes Aegypti dan Aedes Albopictus.

Penderita demam berdarah akan merasakan nyeri sendi dan otot dan merasakan tulang seakan retak. Penderita demam berdarah akan merasakan demam berhari – hari. Sebagian akibat dari demam tinggi adalah halusinasi.

Jika ada anggota keluarga Anda menderita demam berdarah, Anda perlu mewaspadai efek dari demam tingginya. Berilah air putih yang cukup, kompress saat suhu tinggi dan beri nutrisi terbaik.

Tipes atau demam tifoid

Penyakit tipes adalah jenis penyakit kedua yang populer ketika musim penghujan tiba. Penyakit tipes ini menyerang saluran pencernaan. Penyakit tipes diakibatkan oleh bakteri Salmonella thyphi atau Salmonella paratyphi.

Penyakit tipes menimbulkan resiko munculnya penyakit lain seperti penyakit jantung, infeksi paru – paru atau pneumonia, gagal jantung akut dan yang terparah adalah kematian.

Leave a Reply