Tanda – Tanda Leukimia Atau Kanker Darah

By | September 3, 2017

Penyakit Leukimia atau kanker darah seringkali tidak disadari oleh penderitanya. Banyak yang kemudian tersadar saat didiagnosa sudah dalam stadium tinggi. Dan harus dirawat di rumah sakit.

Tidak jarang konsekuensi dari kanker darah ini adalah kerusakan pada bagian tubuh yang lain seperti kelenjar tiroid, jantung, hati dan lainnya.

Jika kita membesuk pasien leukimia, tidak jarang kita melihat kondisinya dalam keadaan bugar, meskipun menderita penyakit kanker. Lain waktu terlihat lemah, karena jumlah sel darah merahnya menurun drastis. Kondisi fluktuatif ini berlangsung berulang -ulang. Solusi transfusi darah untuk mengganti kerusakan darah yang dilakukan rumah sakit ternyata bukan solusi yang mendasar. Dalam waktu singkat, sel darah merah yang baru masuk ke tubuh, jumlahnya akan menurun.

Penyakit kanker darah perlu ditangani dengan hati – hati. Apalagi jika dalam pengobatan kanker darah dibutuhkan kemoterapi. Kondisi pasien kanker darah biasanya akan drop paska kemoterapi, seperti halnya kemoterapi penyakit kanker lain. Hanya bedanya, permasalahan kanker darah adalah mempertahankan jumlah sel darah yang sehat, kemoterapi menjadikan sel darah yang sehat ikut terkena imbasnya.

Berikut beberapa beberapa tanda – tanda leukimia yang harus kita kenali sehingga bisa dilakukan tindakan pengobatan penyakit leukimia tersebut.

1. Pasien Leukimia akan merasa lelah dan lemah

Pasien leukimia mengalami penurunan jumlah sel darah merah atau trombosit dalam jumlah yang signifikan. Kondisi ini memberi dampak pada kekuatan otot yang menurun karena sedikitnya oksigen dan nutrisi yang bisa dibawa oleh darah dan rasa kantuk.

Dampak lainnya adalah munculnya persoalan dalam keseimbangan tubuh, dan ketidakseimbangan emosional akibat terganggunya aktifitas sehari – hari akibat kondisi tubuh yang lemah.

2. Serangan sakit kepala

Sakit kepala yang dialami penderita leukimia bisa sangat parah bahan hingga kejang. Kondisi ini terjadi akibat terbatasnya aliran darah ke otak dan ke sumsum tulang belakang akibat menyempitnya pembuluh darah.

3. Gangguan pernafasan

Dampak berantai dari kurangnya oksigen dalam darah adalah terjadinya gangguan pernafasan. Ada yang sesak nafas, bernafas dengan lebih cepat karena pasokan oksigennya tidak cukup, bahkan ada yang tidak bisa bernafas beberapa saat.

Efek pada pernafasan ini menjadi bukti betapa seriusnya penyakit kanker darah atau leukimia ini. Gangguan pernafasan nantinya juga memberikan dampak turunan bagi tubuh.

4. Timbul rasa Nyeri pada persedian dan tulang 

Rasa nyeri terjadi akibat pembengkaan sumsum tulang belakang dimana jumlah sel darah putih abnormal berlipat – lipat. Nyeri yang dirasakan berada di dalam tulang, terutama tulang panjang di tangan dan di kaki. Selain di tulang, rasa nyeri juga terjadi di persendian.

Tanda leukimia berupa rasa nyeri di dalam tulang ini mudah dikenali, karena berbeda dengan rasa nyeri yang terjadi di tulang bagian luar.

5.  Muncul bintik – bintik merah keunguan pada permukaan kulit

Penyakit leukimia memberi dampak pada ketidakmampuan darah untuk menggumpal. Akibatnya akan timbul bintik – bintik merah keunguan yang berkumpul, biasanya, di lengah, punggung, wajah dan dada.

Jika tidak cermat, kita akan mengira bahwa bintik – binti tersebut adalah ruam.

6. Mudah terjadi memar bahkan pendarahan 

Memar dan pendarahan semasa terserang penyakit leukimia muncul dengan sebab – sebab yang tidak umum. Memar lebh gelap dari memar karena benturan, dan kita tidak tahu karena sebab apa memar itu muncul. Memar juga muncul di area tubuh yang tidak umum seperti di jari.

Pendarahan muncul dengan tiba – tiba seperti gusi berdarah, mimisan, luka berdarah namun tidak kunjung untuk kering.

7. Pembengkakan Hati dan Limpa 

Jika penyakit leukimia sudah akut, efek kelanjutannya adalah terjadinya pembengkakan hati dan limpa. Pasisen kanker darah akan mengalami rasa nyeri di bawah tulang rusuk dan punggung bagian bawah. Bukan hanya itu, rasa mual, kehilangan nafsu makan bahkan muntah seusai makan tidak bisa dihindari.

8.  Pembengkakan kelenjar getah bening

Pembengkakan kelenjar getah bening terjadi akibat kurangnya sel darah putih yang sehat sehingga tubuh dalam kondisi tidak optimal untuk menangkal infeksi dari luar tubuh. Sel darah putih yang berkembang tidak normal menjadi sel kanker juga terbentuk di dalam kelenjar getah bening tersebut.

Pembengkakan kelenjar getah bening tersebut bisa dilihat dari munculnya benjolan di daerah keberadaan kelenjar tersebut seperti di ketiak, pangkal paha, perut dan leher,

9. Kehilangan nafsu makan dan penurunan berat badan 

Dampak dari leukimia adalah munculnya masalah dalam sistem pencernaan, mulai dari mual, nyeri di lambung, sembelit, diare dan muntah. Kondisi ini tentu membuat kondisi psikologis pasien leukimia bertambah tidak stabil.

Masalah pada sistem pencernaan berdampak pada penurunan berat badan, rasa lelah dan makin rentannya daya tahan tubuh.

10. Daya tahan tubuh menurun

Sudah jelas bahwa leukimia menurunkan daya tahan tubuh dan sistem kekebalan tubuh. Pasalnya, leukimia menyerang sel darah tubuh yang menjadi benteng pertahaan tubuh dan saat sama menurunkan sel darah merah. Pasien leukimia akan mudah terserang infeksi dan mengalami demam.

Dengan melihat tanda – tanda leukimia di atas, jelaslah bagi kita jenis penyakit kanker ini memiliki dampak yang sangat luas. Sudah seharusnya kita mewaspadai penyakit leukimia ini. Dan melakukan berbagai upaya untuk menghindarinya.

Lakukan pola hidup sehat untuk mencegah serangan penyakit leukimia dan pilih pengobatan leukimia terbaik yang tanpa efek samping.

 

Leave a Reply