Fakta Penyakit Sirosis Hati Dan Kanker Hati

Hati adalah organ tubuh yang berfungsi untuk melawan bakteri dan kuman yang masuk ke tubuh. Fungsi hati sangat vital sebagai penjaga tubuh dari ancaman dari luar tubuh, mengontrol metabolisme tubuh, organ dan jaringan tubuh. Sayangnya, tidak selamanya kondisi hati prima. Hal ini dikarenakan hati berurusan dengan zat – zat yang berpotensi merusak seperti bahan kimia dalam darah (yang berasal dari makanan, minuman termasuk obat – obatan).

Kondisi fisik hati bisa berubah dengan kemunculan jerawat atau benjolan yang akan mengubah struktur jaringan hati. Aliran darah ke hati menjadi tidak lancar akibat munculnya jaringan parut dan benjolan tersebut. Akibatnya, hati tidak menjalankan fungsinya secara maksimal.

Obat alami penyakit sirosis hati
Penyakit sirosis hati

Penyakit sirosis hati ini terjadi mulai dari penyakit hepatitis B dan hepatitis C yang tidak ditangani secara cepat, penyakit autoimun, infeksi dan konsumsi alkohol secara berlebih.

Untuk mengobati penyakit sirosis hati, silahkan baca tautan berikut ini : Cara alami pengobatan penyakit sirosis hati dengan nutrisi bioaktif.

Jumlah penderita penyakit hati di Indonesia mencapai 28 juta orang pada tahun 2007. Penderita hepatitis B berjumlah 23 jiwa dan hepatitis C berjumlah 5 juta jiwa. Jumlah penderita penyakit hati ini terhitung besar, lebih dari 10 % populasi penduduk Indonesia.

Untuk mencegah penyakit sirosis hati, hal terpenting yang perlu dilakukan adalah deteksi dini kondisi hati seperti kadar serum protein, kondisi fungsi hati, bilirubin, alanine transaminase, dan lainnya.

Anda perlu juga melakukan pemeriksaan hati menggunakan CT scan untuk mengetahui ukuran hati yang normal dan yang tidak normal.

Berbeda dengan penyakit sirosis hati, penyakit kanker hati terjadi ketika sel – sel hati berkembang tidak normal sehingga menjadi sel – sel kanker.

Ada 3 jenis penyakit sirosis hati yaitu Sirosis biliaris primer yang timbul akibat peradangan kronis, Sirosis alkoholik yang timbul akibat kecanduan alkohol dan Sirosis pasca hepatitis yang timbul dari penyakit hepatitis B, hepatitis C dan hepatitis kronis.

Cara Menghindari Sirosis Hati

Untuk menghindari penyakit sirosis hati ini, lakukanlah hal – hal berikut ini :

  • Konsumsi sayuran rendah serat seperti kankung, buncis, kacang panjang, labu siam, wortel dan bayam.
  • Hindari makanan yang berpotensi menimbulkan penimbunan gas di dalam lambung seperti singkong, lobak, sawi, kol, kacang merah, ubi, durian dan nangka.
  • Hindari makan yang berlemak seperti santan, daging, sumsum, otak dan usus.
  • Konsumsi bumbu – bumbu masakan dalam jumlah yang tidak berlebihan seperti bawang merah, bawang putih, kunyit, ketumbar, lengkuas dan salam.
  • Konsumsilah makanan dalam kondisi yang segar dan hindari makanan yang diawetkan
  • Jika mengkonsumsi makanan berlemak, hindari bagian yang berlemak tinggi seperti kulit, dan pilihlah yang masih segar seperti ikan dan daging tanpa lemak.

Mengkonsumsi makanan yang salah, dalam jangka panjang akan memberikan dampak pada munculnya penyakit kanker hati. Untuk pengobatan jenis penyakit kanker ini, silahkan baca : Cara alami pengobatan kanker hati tanpa operasi.

Faktor Resiko Penyakit Kanker Hati

Penyakit kanker hati termasuk jenis penyakit yang mematikan. Penyakit kanker ini menyerang bukan hanya kalangan usia lanjut, tetapi juga usia muda. Karenanya kita perlu mengetahui faktor resiko yang menyebabkan terjadinya kanker hati. Dengan mengetahui faktor resiko ini, kita bisa mengelola dan mencegah terjadinya kanker hati sedini mungkin.

Penyakit kanker hati
Penyakit kanker hati

Siapa saja yang beresiko mendapatkan serangan penyakit kanker hati ? Berikut kondisi yang menjadikan resiko terjadinya kanker hati.

Pecandu Alkohol

Ini peringatan bagi pecandu minuman keras bahwa kebiasaan mengkonsumi minuman keras akan merusak hati. Awalnya pecandu minuman keras akan terkena penyakit sirosis hati, kemudian beresiko berkembang menjadi kanker hati.

Penderita Penyakit Sirosis Hati

Penyakit sirosis hati ditandai dengan terbentuknya jaringan parut di hati. Penyakit sirosis hati berakibat pada gagal hati. Kebiasaan minuman keras dan infeksi virus hepatitis B serta virus hepatitis C adalah penyebab utama sirosis hati.

Penderita Penyakit Hepatitis

Penderita penyakit hepatitis akibat infeksi virus B hepatitis atau HBV dan terinfeksi virus C hepatitis atau HCV adalah kelompok paling besar untuk terkena resiko penyakit kanker hati. Infeksi HBV dan HCV ini umumnya menjadi pasien penyakit hepatitis kronis, penyakit sirosis hati dan kanker hati.

Baca juga : Cara alami pengobatan penyakit hepatitis B tanpa efek negatif.

Obesitas

Kelebihan Berat Badan atau obesitas menjadi faktor resiko penyakit kanker hati. Jaringan hati akan terselimuti oleh lemak, dan memunculkan jaringan kerut atau penyakit sirosis. Jika kondisi ini terus berlanjut akan merusak sel – sel hati sehingga berkembang menjadi sel – sel abnormal atau sel kanker.

Jenis Kelamin

Berdasarkan statistik penderita kanker hati, ternyata kalangan pria jauh lebih banyak terkena kanker hati dibandingkan kaum wanita. Boleh jadi dikarenakan bahwa kaum pria banyak yang kerja malam dan lembur ataupun begadang dibandingkan kaum hawa.

Penderita Penyakit Diabetes

Penderita penyakit gula darah atau diabetes termasuk menjadi salah satu yang beresiko terkena kanker hati. Kondisi kualitas darah yang berlebih gula menjadikan supkai oksigen dan nutrisi ke hati tidak optimal. Efeknya, hati akan bekerja tidak optimal, demikian halnya perkembangan sel – sel hati.

Sebenarnya bukan hanya hati yang terkena efek negatif penyakit gula darah, tetapi juga organ – organ tubuh yang lain, mulai dari syaraf hingga pencernaan.

Penyakit Metabolik Genetik

Beberapa jenis penyakit yang bersifat turunan atau genetik memberi faktor resiko serangan kanker hati, seperti hemokromatosis yaitu jenis penyakit yang merangsang penyerapan zat besi berlebih dari makanan.

Kelebihan zat besi yang diserap akan menyebabkan kerja hati menjadi lebih berat. Efekya adalah munculnya penyakit sirosis hati bahkan kanker hati.